PERTEMUAN 2: INTERAKSI DALAM EKOSISTEM MEMBENTUK SUATU POLA

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh sistem timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan.

Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dan komponen abiotik dan terjadi interaksi antara komponen biotik dan biotik.

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan (rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan).

Rantai Makanan

Rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Rantai makanan merupakan interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu, dan dalam proses tersebut ada perpindahan energi antar jenjang organisme. Berikut ini contoh rantai makanan:

Jaring-jaring Makanan

Jaring-jaring makanan merupakan gabungan dari rantai makanan yang saling berhubungan, dikombinasikan, dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem. Berikut ini contoh jaring-jaring makanan:

Piramida Makanan

Piramida Makanan, suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem.

Macam-macam Simbiosis

Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada beberapa macam simbiosis, yaitu:

a. Simbiosis Mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling memberikan keuntungan satu sama lain. Misalnya antara semut dan tumbuhan, antara tumbuhan polong – polongan dan bakteri pengikat nitrogen, serta antara manusia dan bakteri yang hidup di usus besar. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis mutualisme akan menderita kerugian jika tidak bersimbiosis. Misalnya, antara bunga dan lebah. Tanpa bersimbiosis bunga tidak bisa melakukan penyerbukan sehingga tidak bisa menghasilkan biji untuk berkembang biak, sedangkan lebah tidak bisa mendapatkan nektar untuk makanannya.

b. Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan kerugian. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Anggrek hanya menempel pada pohon yang ditumpanginya untuk mendapatkan sinar matahari. Pohon yang ditumpangi anggrek tidak mengalami kerugian apapun.

c. Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain. Contoh hubungan antara tumbuhan Beluntas (Plucea indica) dengan Tali putri (Cuscuta). 

Nah, setelah memahami materi tentang Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan sekarang kalian kerjakan Evaluasi 2 dengan klik link berikut: http://bit.ly/INTERAKSI-MAKHLUK-HIDUP-DENGAN-LINGKUNGAN