PERTEMUAN 5: SENDI DAN OTOT

Setelah kalian mengetahui struktur dan macam-macam tulang manusia, sekarang coba kalian pikirkan apakah tulang-tulang pada rangka bekerja sendiri dalam menggerakkan tubuh kita?. Coba lakukan gerakan sesuka hati kalian, coba pikirkan mengapa kalian dapat melakukan berbagai macam gerakan?. Padahal tulang sebagai penyusun sistem gerak manusia sangat keras dan tidak dapat dibengkokkan. Ternyata itu semua terjadi karena adanya hubungan antar tulang tersebut dinamakan persendian (artikulasi). Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Dengan adanya sendi, hubungan antara tulang tubuh dapat digerakan.

Sesuai dengan fungsi tulang sebagai alat gerak dan memberi bentuk tubuh, serta sebagai pelindung organ tubuh, tulang saling berhubungan antara satu sama lain. Hubungan tersebut ada yang sangat erat, rapat, dan kuat sehingga tidak bergerak dan ada yang sangat longgar sehingga mudah digerakkan. Hubungan antar tulang pada manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

A. SINARTROSIS (SENDI MATI)

Hubungan antar tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan yang disebut sinartrosis. Contohnya, hubungan antartulang pada tengkorak yang dihubungkan oleh jaringan ikat atau sutura. Pada saat kamu baru lahir terdapat jarak atau ruang antara tulang-tulang tengkorak, fungsinya memungkinkan otak kita bertambah ukurannya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama jaringan ikat akan menggabungkan tulang satu dengan tulang yang lainnya sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan Satu-satunya tulang pada tengkorak yang dapat digerakkan adalah rahang bawah. Contoh lain dari tipe persendian ini adalah sendi yang terdapat pada tulang pinggul.

B. AMFIARTROSIS (SENDI KAKU)

Hubungan antar tulang yang menimbulkan sedikit gerakan yang disebut amfiartrosis. Contohnya, hubungan antar tulang pada tulang belakang (vertebra) oleh tulang rawan.

C. DIARTROSIS (SENDI GERAK)

Hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan yang disebut diartrosis atau persendian. Persendian inilah yang memungkinkan kamu dapat menggerakkan leher, pangkal lengan atas, pergelangan tangan, lutut, bahkan ibu jari tanganmu.

  • JENIS-JENIS PERSENDIAN

Kamu telah mempelajari hubungan antara tulang. Hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan adalah diartrosis atau persendian. Pada sistem gerak manusia terdapat beberapa tipe persendian, yaitu:

a. Sendi Putar

Tipe persendian ini memiliki prinsip kerja ujung tulang satu yang berfungsi sebagai poros dan ujung tulang yang lain berbentuk cincin yang dapat berputar pada poros tersebut. Contohnya adalah persendian yang terdapat di antara tulang tengkorak dengan tulang leher. Sendi tersebut memungkinkan kepala kita dapat memutar, mengangguk serta menggeleng.

b. Sendi Peluru

Sendi ini menghubungkan antara satu tulang yang mempunyai satu ujung bulat yang masuk ke ujung tulang lain yang berongga seperti mangkok. Sendi ini dapat membentuk gerakan paling bebas di antara sendi-sendi lain. Contoh sendi peluru adalah sendi antara tulang pinggul dengan tulang paha, antara tulang lengan atas dengan tulang belikat. Dengan adanya sendi ini memungkinkan tulang-tulang tersebut dapat diayunkan ke arah manapun.

c. Sendi Pelana

Sendi ini merupakan pertemuan antara dua tulang yang berbentuk seperti pelana. Sendi ini dapat menggerakkan tulang ke dua arah, yaitu muka-belakang dan ke samping. Contoh sendi ini adalah pada pangkal ibu jarimu.

sendi-putar,-peluru,-pelana
Jenis-jenis Sendi (Sumber: Crashcourse via YouTube)

d. Sendi Geser

Sendi ini menghubungkan antara dua tulang yang memiliki permukaan yang datar. Prinsip kerja sendi ini adalah satu bagian tulang bergerak menggeser di atas tulang lain. Sendi geser juga memungkinkan tulang bergerak ke depan dan ke belakang. Contoh sendi geser berada pada tulang-tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki dan diantara tulang belakang. Sendi ini merupakan sendi yang paling sering digunakan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya mengambil buku, naik tangga, makan serta beberapa aktivitas lainnya.

e. Sendi Engsel

Tipe sendi ini mempunyai gerakan satu arah, ada yang ke depan dan ada yang ke belakang seperti engsel pintu. Contoh sendi engsel yaitu sendi-sendi pada siku, lutut, dan jari. Sendi ini memiliki ruang gerak yang lebih sempit dibandingkan sendi peluru.

f. Sendi Gulung

Sendi gulung adalah sendi yang memungkinkan terjadinya gerak rotasi pada poros, tapi gerakannya terbatas. Contoh: pada hubungan ujung tulang telapak tangan (karpal) dengan ujung tulang jari tangan.

sendi-engsel,-geser,-dan-gulung
Jenis-jenis Sendi (Sumber: Crashcourse via YouTube)
  • OTOT

Otot merupakan jaringan pada tubuh manusia yang dapat berkontraksi (mengerut) dan relaksasi (mengendur). Pada saat berkontraksi, otot akan jadi lebih pendek. Sebaliknya, saat relaksasi, otot akan memanjang.

Tahukah kamu, sebanyak 35-40% dari berat badan kita adalah otot.

Terdapat 5 fungsi otot bagi tubuh kita, yaitu:

a. Mendukung tubuh agar bisa berdiri tegak

b. Membantu mempertahankan postur tubuh

c. Membantu menstabilkan sendi-sendi di dalam tubuh

d. Menghasilkan panas dari berbagai proses metabolisme di dalam tubuh

e. Mempertahankan suhu tubuh

Satu hal yang menarik dari otot adalah, otot ini selalu bekerja. Bahkan ketika kita tidak sadar, otot ini selalu bekerja. Bahasa kerennya, otot ini bisa bekerja bahkan di dalam alam bawah sadar kita. Ya, selain otot yang kita gerakan secara sadar (otot ini disebut sebagai otot volunter), ada juga berbagai otot yang bekerja meskipun tidak kita “suruh”. Otot jenis ini, disebut dengan otot involunter/otonom.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, ada 3 jenis otot di tubuh kita:

  • OTOT JANTUNG

Otot jantung ini seringkali disebut dengan otot istimewa. Ya, seperti yang sudah dibahas di awal, otot jantung terus bekerja meskipun kita tidak sadar. Meskipun otak kita tidak menyuruhnya untuk bergerak, tapi si otot jantung ini tetap melakukan kerjanya untuk bekerja dan bergerak.

Adapun ciri-ciri otot jantung:

1. Inti sel banyak dan terletak di tengah.

2. Bentuknya memanjang, silindris, dan serabut selnya bercabang dan saling menyatu.

3. Hanya terdapat di jantung dan bekerja di luar kesadaran (involunter/otonom).

4. Kontraksinya kuat dan berirama.

5. Mempunyai garis melintang.

  • OTOT LURIK

Otot lurik disebut juga dengan otot rangka. Letaknya menempel pada rangka tubuh dan digunakan sebagai alat pergerakan.

Lalu, kenapa disebut lurik?

Karena otot ini punya semacam “pola” serat bergaris. Itu, lho, kalau digambar yang semacam pola warna terang dan gelap (coba deh kamu zoom gambarnya kalau kurang jelas). Berbeda dengan otot jantung, otot lurik merupakan otot yang volunter, artinya kita harus secara sadar menggerakkan si otot ini.

Adapun ciri-ciri dari otot lurik:

1. Inti sel banyak dan berada di bagian tepi.

2. Bentuknya silindris, panjang, punya ribuan serabut yang membentuk jaringan otot

3. Terdapat pada otot lengan, perut, pipi, dan rangka tubuh.

4. Termasuk otot volunter (harus bekerja dengan kesadaran)

5. Mampu bekerja keras dan cepat, tapi mudah lelah.

  • OTOT POLOS

Otot polos berbentuk gelendong, dan termasuk ke dalam jenis otot otonom. Tebak kira-kira ada di mana otot polos? Betul, dia biasanya melapisi organ-organ dalam di tubuh. Seperti misalnya, dinding usus, pembuluh darah, sampai dinding rahim wanita. Ya… bayangin aja kalau dia nggak “kerja” kalau gak kita perintahkan. Repot juga setiap hari harus mikir gimana caranya untuk mengalirkan darah di tubuh.

Adapun ciri-ciri otot polos:

1. Hanya memiliki 1 inti sel yang berada di bagian tengah.

2. Bentuknya gelendong dengan kedua ujung meruncing, bereaksi lambat tidak mudah lelah.

3. Terdapat pada otot peredaran darah, otot urat nadi, otot usus.

4. Termasuk otot involunter/otonom.

5. Tidak mempunyai garis melintang.

  • CARA KERJA OTOT

Seperti yang kita tahu, tulang-tulang dapat bergerak karena adanya otot. Lalu, bagaimana, cara otot bekerja? Berdasarkan cara kerjanya, otot itu dibedakan menjadi 2 macam:

1. Otot Sinergis

Otot sinergis adalah otot yang bekerja sama secara searah. Maksudnya gimana tuh? Jadi, si otot-otot ini berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan. Saat satu otot berkontraksi, otot lainnya juga ikut berkontraksi. Saat satu otot relaksasi, otot lainnya juga ikut relaksasi. Ya, keduanya saling berjuang bersama-sama. Bukannya cuma satu pihak yang berjuang dan yang lain nuntut. Hmmmmm.

2. Otot Antagonis

Berkebalikan dengan sinergis, otot antagonis adalah otot yang bekerja berlawanan. Artinya, apabila satu otot mengalami kontraksi, otot yang lain melakukan relaksasi. Contohnya adalah pada otot bisep dan trisep.

Nah, setelah memahami materi tentang Sendi dan Otot sekarang kalian kerjakan Evaluasi 5 dengan klik link berikut: http://bit.ly/SENDI-DAN-OTOT