PERTEMUAN 4: BESARAN POKOK DAN BESARAN TURUNAN

  • PENGERTIAN BESARAN POKOK

Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah  ditetapkan  terlebih  dahulu  dan  tidak  bergantung  pada  satuan-satuan  besaran  lain.

  • MACAM-MACAM BESARAN POKOK BESERTA SATUANNYA

Dalam Sistem Internasional (SI) ada 7 besaran pokok, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Besaran Pokok dalam Sistem Internasional (SI)
  • PENGUKURAN BESARAN POKOK DENGAN ALAT UKUR

Pengukuran besaran pokok menggunakan alat ukur sesuai pada tabel berikut.

Tabel 2. Alat-alat Ukur Besaran Pokok
  • PENGERTIAN BESARAN TURUNAN

Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok, seperti luas, volume, konsentrasi, dan laju. Luas diturunkan dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Volume diturunkan dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Konsentrasi larutan diturunkan dari satu besaran mol dan tiga besaran panjang. Laju diturunkan dari satu besaran panjang dan satu besaran waktu. Tidak hanya dalam bidang fisika, besaran turunan dapat ditemukan pada masalah kimia, seperti konsentrasi gula. Begitu pula dengan masalah biologi, seperti laju pertumbuhan tanaman, laju respirasi (penggunaan oksigen), dan lain-lain.

  • MACAM-MACAM BESARAN TURUNAN BESERTA SATUANNYA

Macam-macam besaran turunan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.  Contoh-Contoh Besaran Turunan
  • PENGUKURAN BESARAN TURUNAN

Besaran-besaran yang dapat diukur selain 7 (tujuh) besaran pokok, termasuk besaran turunan. Dari tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

  1. Luas  = Panjang x Panjang = Panjang x Lebar
  2. Volume  = Panjang x Panjang x Panjang = Panjang x Lebar x Tinggi
  3. Kecepatan  = Panjang : Waktu
  4. Percepatan  = (Panjang : Waktu) : Waktu = Kecepatan : Waktu
  5. Konsentrasi = Mol : (Panjang x Panjang x Panjang) = Mol : Volume

Pengukuran besaran turunan luas, volume dan konsentrasi adalah sebagai berikut.

a. Luas

Luas benda yang berbentuk persegi dapat ditentukan dengan mengalikan  hasil pengukuran panjang dengan lebarnya. 

Luas = Panjang x Lebar

Bagaimanakah  cara mengukur  luas benda  yang berbentuk tidak teratur, misalnya luas sehelai daun? Benda yang berbentuk tidak teratur dapat dilakukan dengan menggunakan kertas bergaris.

b. Volume

Volume terkait dengan besarnya ruangan yang terisi oleh materi. Jika volume suatu benda  lebih besar, maka benda  itu dapat menampung materi lebih banyak dibandingkan benda lain yang volumenya lebih kecil. Volume merupakan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok panjang. Volume benda padat yang bentuknya teratur,  contohnya  balok,  dapat ditentukan dengan mengukur terlebih dahulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya. Jika kamu mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok  menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume  balok yang diperoleh dalam satuan  sentimeter  kubik (cm3). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh satuannya meter kubik (m3).

Bagaimana cara menentukan volume suatu zat cair? Zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk  wadahnya.  Oleh karena  itu, jika zat cair dituangkan  ke dalam gelas ukur, ruang gelas ukur yang terisi zat cair sama dengan volume zat cair tersebut. Volume zat cair dapat  dibaca pada skala sesuai ketinggian permukaan zat cair di dalam gelas ukur tersebut.

Gelas Ukur (Sumber: Sks-Science)

Dalam kehidupan  sehari-hari, volume zat cair biasanya dinyatakan dalam satuan mililiter (mL) atau liter (L).

1 L  = 1 dm3               1 L  = 1.000 mL                1 mL = 1 cm3

c. Konsentrasi Larutan

Ketika membuat larutan gula dengan memasukkan gula ke dalam air, kemudian  kamu cicipi, dan ketika kurang manis, kamu  menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu. Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap),  adakah besaran yang dapat digunakan untuk menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan tersebut? Salah satu besaran  yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K).

Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tersebut, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut), yaitu:

K = Massa Zat Terlarut : Volume Pelarut

d. Laju Pertumbuhan

Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Misalnya, kamu menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm. Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung tersebut dengan perhitungan sebagai berikut:

Laju Pertumbuhan = Pertambahan Tinggi : Selang Waktu = (60 – 20) cm : 10 hari = 4 cm/hari

Nah, setelah memahami materi tentang Besaran Pokok dan Besaran Turunan sekarang kalian kerjakan Evaluasi 4 dengan klik link berikut: http://bit.ly/BESARANPOKOK-BESARANTURUNAN