PERTEMUAN 2: PENGUKURAN

Anak-anakku, jika kalian sudah membaca artikel pada Pertemuan 1 tentang Penyelidikan IPA, sekarang ada satu hal penting yang harus kalian pahami, yaitu melakukan pengukuran.

Simaklah video berikut ini.

(Sumber: Fitria, A. 2020. Pengukuran||Materi IPA Kelas 7 SMP. (Online), (https://www.youtube.com/watch?v=nrmSUwdBpGQ), diakses 20 Juli 2020.)

Secara ilmiah, pengukuran adalah suatu proses membandingan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Segala sesuatu yang dapat diukur disebut besaran.

Misalnya, kalian mengukur dua buah balok kayu, yang satu kamu ukur panjangnya, yang satu kamu ukur massanya, itu tidak bisa dibilang sebuah pengukuran. Tetapi ketika kamu membandingkan panjang kedua balok dengan satuan ukur sentimeter, maka kamu baru dapat dikatakan sedang melakukan pengukuran. Atau ketika kamu membandingkan massa kedua balok dengan satuan ukur gram, maka kamu juga dikatakan sedang melakukan pengukuran.

Setelah kita melakukan suatu pengukuran dan sudah mendapat hasilnya, kita harus menjelaskan hasil pengukuran tersebut dalam angka dan satuan dengan acuan yang ada. Di sini satuan berperan sebagai pembeda atau pembanding dalam pengukuran tersebut.

Satuan terdiri dari 2 jenisyaitu satuan tidak baku dan satuan bakuSatuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditentukan secara resmi dan untuk orang yang berbeda menghasilkan pengukuran berbeda. Sedangkan satuan baku adalah satuan yang ditentukan secara resmi oleh para ilmuwan dan dijadikan standar acuan, satuan ini jika diukur oleh orang yang berbeda akan tetap menghasilkan pengukuran yang sama.

Contoh satuan tidak baku yang terkenal di Indonesia adalah jengkal, jengkal merupakan jarak yang dihitung dari ujung ibu jari sampai ujung kelingking. Biasanya jengkal digunakan untuk mengukur panjang, misalnya jika kamu bermain kelereng, jengkal digunakan untuk menghitung jarak kelereng satu ke kelereng lainnya.

Mengukur dengan Jengkal (sumber: kompasiana.com)

Contoh lain dari satuan tidak baku adalah hasta yaitu jarak antara ujung siku lengan sampai ujung jari tengah tangan pada lengan yang sama, sedangkan depa adalah panjang yang diukur dari ujung jari ke ujung jari lain dari kedua lengan yang direntangkan.

Mengukur dengan Hasta (sumber: id.wikipedia.org)
Mengukur dengan Depa (sumber: kaskus.co.id)

Sedangkan satuan baku atau biasa disebut satuan internasional (SI)berlaku dan diakui secara internasional. Satuan ini disepakati para ilmuwan pada sebuah pertemuan di Paris, Perancis tahun 1960 untuk menghindari kebingungan dan kerancuan.

Satuan internasional memiliki beberapa syarat, yaitu:

  1. Tidak mengalami perubahan oleh pengaruh apapun;
  2. Berlaku di semua tempat dan setiap saat;
  3. Mudah ditiru;

Satuan internasional terdiri dari tujuh satuan yang melambangkan tujuh besaran. Tujuh besaran itu adalah besaran pokok. Untuk menentukan hasil pengukuran lebih besar dan lebih kecil maka digunakan awalan-awalan berikut ini

awalan satuan dalam SI

Penggunaan awalan ini dimaksudkan untuk memudahkan dan menyederhanakan angka dalam pelaporan sebuah pengukuran. Misalnya untuk menyebutkan 20.000 meter dapat dipermudah menjadi 20 kilometer.

Nah, untuk Evaluasi 2 silahkan pilih satu benda di rumah kalian yang dapat diukur dan menghasilkan suatu besaran. Tuliskan alat ukur yang kalian pakai. Pengukuran pada masing-masing benda yang kalian lakukan menghasilkan dua satuan yang berbeda yaitu satuan baku dan satuan tidak baku. Hasil pengukuran dikirim melalui link berikut: http://bit.ly/MELAKUKAN-PENGUKURAN dengan menyertakan foto saat kalian melakukan pengukuran.

Contoh penulisan hasil pengukuran adalah sebagai berikut:

Nama : …

Kelas : …

Benda yang diukur : Misalnya Loker

Besaran yang diukur : Misalnya Panjang

Alat ukur : Misalnya Meteran Pita dan Jari Tangan

Hasil Pengukuran (Satuan Baku) : Misalnya Panjang loker = 147 cm

Hasil Pengukuran (Satuan Tidak Baku) : Misalnya Panjang loker = 8 jengkal

Foto : Misalnya